MATEMATIKA 3
A.KELILING
dan LUAS JAJARGENJANG.
1.
Rumus Keliling Jajargenjang.
Jajargenjang
atau jajarangenjang ( Inggris
Parallelogram ) adalah bangun datar dua dimensi[4]
yang dibentuk oleh dua pasang rusuk yang masing – masing sama panjang dan
sejajar dengan pasangannya, serta memiliki dua pasang sudut bukan siku – siku
yang masing – masing sama besar dengan sudut di hadapannya[5].
Perhatikan jajargenjang PQRS berikut ini !

P a
Q
Jajar
genjang ini mempunyai sisi PQ, QR, RS, SP. Keliling jajar genjang PQRS adalah
jumlah dari panjang semua sisisnya yaitu PQ+ QR + RS + SP. Sebab PQ= QR dan
RS=SP, maka di peroleh rumus keliling jajargenjang adalah :
1.
2.
3.
Hikmat
penulis ketiga rumus keliling tersebut adalah sama , artinya setelah penulis coba
untuk mengerjakan soal dengan menggunakan ketiga rumus itu. Penulis memperoleh
jawaban yang sama untuk soal tersebut. Dan penulis berpendapat lebih enak dan
lebih mudah menggunakan rumus yang kedua yaitu rumus “ K= 2 ( PQ + SP )[6]
seperti di atas tersebut. Untuk lebih jelasnya lihat contoh soal berikut :
1. Tentukan
keliling bangun jajargenjang berikut !
10
cm
P 14 cm Q
Diket :
PQ = 14 cm.
QR = 10 cm.
RS = 14 cm.
SP = 10 cm.
Jawab
:
Cara ke
1. K = PQ+ QR+ RS + SP.
=
14+ 10 + 14 + 14.
= 48 cm.
Cara
ke 2. K = 2 ( PQ + SP ).
= 2 ( 14 + 10 =
48 cm.
Cara ke 3. K = 2 x alas + 2 x sisi miring.
= 2 x 14 + 2 x 10.
= 48 cm.
Jadi
dari ketiga cara di atas, di peroleh hasil yang sama, yaitu 48 cm. Dan anggapan
penulis masih sama tetap lebih fleksibel, efektif, serta mudah dan lebih mudah
untuk di mengerti, dengan menggunakan rumus cara kedua.
2.Rumus
Luas Jajargenjang.
Luas
jajargenjang sama dengan luas persegi panjang. Hanya saja dalam bangun datar
jajargenjang ukuran panjang menjadi a (
alas ) dan ukuran lebar menjadi t (
tinggi ). Sehingga di peroleh rumus ;
L
= a x t[7]
Ket : a ( alas ) cm.
t ( tinggi ) cm.
L ( Luas ) cm2.
Contoh
soal luas jajargenjang
A a ( 3cm ) B.
Tentukan luas jajargenjang tersebut !
Diket
: a = 3 cm.
t = 8 cm.
Dit : L ?
Jawab
: L = ax t
= 3 x 8 cm2.
3.Penerapan
Masalah Keliling dan Luas jajargenjang dalam Kehidupan Sehari- Hari.
Dalam
kehidupan sehari – hari, tentunya kita tidak akan terlepas dari persoalan
matematika. Dengan hitung – menghitungnya.Seperti tentang pembagian waris.
“Allah mensyariatkan ( mewajibkan ) kepadamu tentang ( pembagian warisan untuk
) anak- anakmu, ( yaitu ) bagian seorang anak laki- laki sama dengan bagian dua
orang anak perempuan. Dan jika anak itu semuanya perempuan yang jumlahnya lebih
dari dua, maka bagian mereka dua pertiga dari harta yang di tinggalkan. Jika
dia ( anak perempuan ) itu seorang saja , maka dia memperoleh setengah ( harta
yang di tinggalkan ). Dan untuk kedua ibu – bapak, bagian masing – masing
seperenam dari harta yang di tinggalkan, jika dia ( yang meninggal ) mempunyai
anak. Jika dia ( yang meninggal ) tidak mempunyai anak dan dia diwarisi oleh
kedua ibu – bapaknya ( saja ), maka ibunya mendapat sepertiga. Jika ( dia yang
meninggal ) mmepunyai bebrapa saudara, maka ibunya seperenam. ( Pembagian – pembagian
tersebut di atas ) setelah ( di penuhi ) wasiat yang dibuatnya atau ( dan
setelah di bayar ) hutangnya. ( Tentang )
orang tuamu dan anak- anakmu, kamu tidak mengetahui siapa diantara mereka yang
lebih banyak manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan Allah . Sungguh, Allah
Maha Mengetahui, Mahabijkasana. ( An- Nisa’ ayat 11 ), juga pada ( An- Nisa’
ayat 12 ) juga An – Nisa’ ayat 176 ).
Mengenai pembagian harta waris itu , berkenaaan dengan An – Nisa’ ayat
34.
Tak
lepas dari contoh diatas, sekiranya sudah menunjuukan matematika itu selalu
terkait dengan kehidupan sehari – hari. Mari kita lihat contoh di bawah ini !
Misalnya
:
1. Pak
Darianto mempunyai sepetak sawah di desanya. Bentuk sawah Pak Darianto seperti
ini.

114
m
A a= 6 m. B
Berapakah keliling dan luas sawah Pak
Darianto ? dan rata- rata hasil panennya
berapa ? Jika panen kemarin
7500 kg.
Diket : AB = 20 m.
BC = 14 m.
a = 6 m.
t = 13 m.
Dit : Keliling, luas, serta rata-
rata hasil panen ?
Jawab :
1. K = jumlah panjang sisi jajargenjang.
= 2 x (
20 + 14 ).
= 2x 34.
= 68 m.
L =
axt.
L = 20 x 13.
= 260 m2.
2.
Hasil panen Pak Darianto 7.500 kg.
Luas
sawah 260 m2.
Rata
– rata panennya= 7.500 kg : 260 m2
=
28, 846 kg per m2.
Jadi
rata – rata setiap m2 sawah Pak Darianto menghasilkan 28, 846 kg per
m2.
4.Contoh
Soal – soal keliling dan luas jajargenjang.
1. Tentukan
keliling dan luas bangun berikut !
D C
15cm
A.
a= 3cm 50cm B
Jawab =
K = 2 ( AB + BC ).
K = 2 ( 50 + 15 ).
K = 130 cm.
L = a x t.
L = 30 x 9.
L = 270 cm2.
2. Tentukan
keliling bangun berikut!
7
cm.
E 8 cm F
K = 2 ( EF + FG ).
K = 2 ( 8 + 7 ).
K = 2 x 15.
K = 30 cm.
3. Tentukan
luas bangun berikut !
O N

Luas
LMNO.
Luas = a x t.
= 15 x 9 = 135 cm2..
4. Lengkapi
tabel luas jajargenjang berikut ini !
No
|
Alas
|
Tinggi
|
Luas
|
1.
|
15 cm
|
90 cm
|
......cm2
|
2.
|
.....cm
|
10 cm
|
100 cm2.
|
3.
|
50 cm
|
....cm
|
500 cm2.
|
4.
|
9 cm
|
....cm
|
81 cm2
|
Jawab
:
1. 135
cm2.
2. 10
cm.
3. 10
cm.
4. 9 cm.
5. Atap sebuah rumah akan di pasang genteng
dengan ukuran alas 20 m dan tinggi 30 m. Jika luas atap 80 m2, berapa
banyak genteng yang di butuhkan ?
L = a x t.
= 20 x 30
= 600 m2.
Banyak genteng
yang di perlukan 600 m2 x 80m 2 = 48000 genteng.
6. Pak Senen
mempunyai kebun kopi berbentuk seperti di bawah ini. Untuk membuat pagar di
perlukan biaya Rp. 20000 per meter.
D C
A 75 m B
a.
Hitunglah keliling kebun kopi ?
b.
Hitunglah biaya pembuatan pagar ?
Jawab :
K
= 2 ( AB + BC )
= 2 ( 75 + 20 )
= 190 m.
Biaya 20000 x
190 = 3.800.000.
Jadi yang diperlukan Rp. 3.800.000.
4. Pak Totti mempunyai sebidang sawah dengan bentuk
ukuran di bawah ini. Untuk kesuburan
padanya Pak. Totti memberikan 10 gram pupuk untuk setiap 1 m2.
Berapa pupuk yang di butuhkan Pak. Totti ?
Jawab :
10 gram = 0.01 kg per m2.
Luas
= a x t.
= 20 x 60.
= 1200 m2.
Berapa pupuk 1200 m2 x 0.01 kg = 12 kg.
Jadi pupuk yang di butuhkan Pak Totti untuk kebun
seluas 1200 m2 adalah 12 kg.
KESIMPULAN.
Dari uraian
makalah diatas, dapat disimpulkan bahwa rumus keliling jajargenjang ada tiga bentuk
yaitu :
S R
P Q
K=
PQ + QR + RS + SP
Atau
|
Atau
|
|||
Dan rumus untuk luas jajargenjang adalah L = a x t , dimana rumus luas jajargenjang ini sama dengan rumus luas persegi panjang, dimana L= p x l. Hanya saja pada jajargenjang alas ( a ), ini merupakan perwujudan dari p ( panjang ) pada persegi panjang, dan untuk ukuran tinggi ( t ) pada jajargenjang merupakan perwujudan dari l ( lebar ) pada persegi panjang.
Dalam penerapan kehidupan sehari –
hari ini bisa di gunakan untuk mencari luas tanah, banyak barang yang di
perlukan serta bisa juga untuk memprakirakan jumlah uang yang harus di bayarkan
sebuah keperluan tertentu.
DAFTAR PUSTAKA.
1. Wardhana, Wisnu Arya. Melacak Teori Einstein dalam Al- Qur’an. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Desember 2005.
2. LAPIS, TIM PGMI. Matemetika II.
3.
Thalib, Al-Ustadz Muhammad. Al-Qur’an
Tarjamaah Tafsiriyah. Yogyakarta: MA’ HAD AN – NABAWY. Febuari 2012.
4. http://id.wikipwedia.org/wiki/Jajargenjang.
Juma’at 15 Feb 2013, jam 20 : 24
5.LAPIS, TIM PGMI. Matematika III.
2009.
[1] Wisnu
Arya Wardhana, Melacak Teori Einstein
dalam Al- Qur’an, Yogyakarta : Pustaka Pelajar, cetakan 1 : Desember 2005, hlm. 127.
[2] Tim Lapis PGMI, Matematika II, hlm. 1- 5.
[3] Al-Ustadz
Muhammad Thalib, Al-Qur’an Tarjamaah
Tafsiriyah, Ma’had An-Nabawy, Yogyakarta, febuari 2012, hlm. 213.
[4] Dimensi adalah ukuran ( besarnya / luasnya )
, matra. Lihat Achmad Maulana, Kamus Ilmiah Populer Lengkap, hlm. 69.
[6] Tim
Lapis PGMI 2009, Matematika III, hlm.
1. 22.
[7] Tim Lapis PGMI 2009, Matematika III, hlm. 1. 22
Tidak ada komentar:
Posting Komentar