Jumat, 18 Maret 2016

Hubungan bimbingan dan perhatian terhadap tanggung jawab belajar anak

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah

Orang tua mempunyai peranan penting untuk anak, karena anak dapat hidup dan berkembang dengan bantuan dari orang tuanya, dan anak merupakan harapan orang tua yang akan melanjutkan cita-cita dalam kehidupannya, maka orang tua dituntut memiliki kemampuan dalam merawat, menjaga keamanan, memelihara, membimbing, mendidik dan memberikan pertolongan. Dengan kemampuan orang tua tersebut, anak secara berangsur-angsur dididik dan diarahkan, agar tumbuh rasa tanggung jawab. Untuk menumbuhkannya dimulai dari pemberian berbagai tugas kecil dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan rumah, misalnya : membersihkan meja, merapikan tempat tidur dan lain-lain.
Orang tua yang baik dan penuh perhatian tidak akan membiarkan anak untuk mengerjakan sesuatu sendiri, melainkan orang tua harus menemani dan memberi bimbingan sampai ia mencapai usia yang cukup untuk bertanggung jawab. Bimbingan itu meliputi bimbingan pribadi, sosial, dan karier. Bimbingan belajar sebaiknya diberikan orang sejak dini. Usia dini merupakan kesempatan emas bagi anak untuk belajar. Oleh karena itu kesempatan ini hendaknya dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk proses belajar anak. Namun demikian satu hal perlu mendapatkan perhatian, bahwa orientasi belajar anak yang sesungguhnya adalah mengembangkan rasa tanggung jawab belajar.
Demikian juga dalam hal belajar anak di sekolah. Agar lebih efektif dalam belajar, setiap anak harus memiliki rasa tanggung jawab. Memiliki rasa tanggung jawab erat kaitannya dengan prestasi di sekolah. Tanggung jawab anak yang telah ditanamkan dan diterimanya sejak dini oleh orang tua akan membantu kegiatan belajar anak di sekolah lebih bermakna yakni memperoleh hasil belajar yang memuaskan semua pihak.
Hasil pengamatan dan pengalaman peneliti sebagai salah satu guru SD Se-Kecamatan Buluspesantren menunjukkan ada beberapa siswa yang memiliki hasil belajar dan tanggung jawab dalam belajar masih kurang memuaskan. Berbagai upaya telah dilakukan oleh guru untuk meningkatkan tanggung jawab dalam belajar dan prestasi belajar siswa antara lain : pemberian tugas, belajar kelompok dan PR, tetapi belum menunjukkan hasil yang memuaskan.
Berdasarkan uraian di atas maka perlu dilakukan penelitian untuk skripsi ini dengan judul ” Hubungan antara Bimbingan Belajar Orang Tua dan Perhatian Orang Tua Terhadap Tanggung Jawab Belajar Anak Kelas V SD Se-Kecamatan Buluspesantren Tahun Pelajaran 2011 / 2012”.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang, penulis merumuskan masalah sebagai berikut : Adakah pengaruh bimbingan belajar dan perhatian dari orang tua terhadap tanggung jawab belajar anak kelas V SD Se-Kecamatan Buluspesantren Tahun Pelajaran 2011/2012?
1.    Apakah ada pengaruh antara bimbingan belajar orang tua terhadap tanggung jawab belajar anak kelas V SD Se-Kecamatan Buluspesantren Tahun Pelajaran 2011/2012?
2.    Apakah ada pengaruh antara perhatian orang tua terhadap tanggung jawab belajar anak kelas V SD Se-Kecamatan Buluspesantren Tahun Pelajaran 2011/2012?
3.    Apakah ada pengaruh antara bimbingan belajar orang tua dan perhatian orang tua secara bersama-sama terhadap tanggung jawab belajar anak kelas V SD Se-Kecamatan Buluspesantren Tahun Pelajaran 2011/2012?

C.    Tujuan Penelitian
Dalam pelaksanaan penelitian ini, tujuan yang hendak dicapai yaitu :
1.      Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antara bimbingan belajar orang tua terhadap tanggung jawab belajar anak kelas V SD Se-Kecamatan Buluspesantren Tahun Pelajaran 2011/2012
2.      Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antara perhatian orang tua terhadap tanggung jawab belajar anak kelas V SD Se-Kecamatan Buluspesantren Tahun Pelajaran 2011/2012
3.      Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antara bimbingan belajar orang tua dan perhatian orang tua secara bersama-sama terhadap tanggung jawab belajar anak kelas V SD Se-Kecamatan Buluspesantren Tahun Pelajaran 2011/2012.

D.    Penegasan Istilah
Untuk menghindari persepsi dan kesamaan konsep dalam mengartikan istilah maka perlu ditegaskan beberapa istilah sebagai berikut :
1.    Pengaruh adalah hubungan sebab akibat yang ditimbulkan 2 variabel  ( varibel bebas dan variabel terikat ).
2.    Bimbingan belajar orang tua adalah suatu proses memberi bantuan oleh orang tua kepada anaknya dalam memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari baik di sekolah maupun diluar sekolah, sehingga anak mampu mengembangkan potensi yang dimiliki secara maksimal
3.    Perhatian orang tua adalah suatu proses pemberian bantuan kepada individu agar dapat memilih, menyiapkan, menyesuaikan, dan menetapkan dirinya dalam belajar sesuai dengan keadaan dirinya.
4.    Tanggung jawab belajar anak adalah perilaku siswa dalam mengambil keputusan yang patut dan efektif terhadap perubahan dirinya yang mana perubahan itu berupa pengetahuan, pemahaman, keterampilan, dan nilai-nilai sikap.

  1. Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah :
1.      Manfaat Teoritis
a.          Untuk menambah perbendaharaan dunia pendidikan,khususnya dalam karya tulis ilmiah.
b.          Hasil penelitian dapat digunakan sebagai pedoman dalam mengadakan penelitian selanjutnya yang lebih mendalam.


2.      Manfaat Praktis
a.          Bagi Universitas Sebelas Maret
Mengembangkan ilmu pengetahuan untuk penelitian  selanjutnya hasil penelitian ini diharapkan memberikan sumbangan pengetahuan tentang pengaruh bimbingan belajar orang tua dan perhatian orang tua  terhadap tanggung jawab belajar anak Kelas V SD Se-Kecamatan Buluspesantren Tahun Pelajaran 2011/2012.
b.          Bagi Sekolah yang Diteliti
Dengan mengetahui pengaruh bimbingan belajar orang tua dan perhatian orang tua  terhadap tanggung jawab belajar anak Kelas V SD Se-Kecamatan Buluspesantren Tahun Pelajaran 2011/2012.
c.          Bagi Guru
Sebagai masukan dalam usaha peningkatan hasil belajar. Dengan mengetahui pengaruh bimbingan belajar orang tua dan perhatian orang tua  terhadap tanggung jawab belajar anak Kelas V SD Se-Kecamatan Buluspesantren Tahun Pelajaran 2011/2012, guru dapat memperhatikan hal tersebut guna menunjang hasil belajar yang maksimal.
d.          Bagi Siswa
Ø Memberi pengetahuan bahwa bimbingan belajar orang tua dan perhatian orang tua  berpengaruh terhadap tanggung jawab belajar anak.
Ø Dengan mengetahui pengaruh pengaruh bimbingan belajar orang tua dan perhatian orang tua  terhadap tanggung jawab belajar anak, diharapkan bimbingan belajar orang tua dan perhatian orang tua akan meningkat. Sehingga meningkat pula tanggung jawab belajar anaknya.

 BAB II
LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS

A.    Landasan Teori
1.    Tanggung Jawab Belajar Anak Siswa Kelas V SD

a.    Karakteristik Siswa Kelas V SD
F.J Monks, dkk (2004:222-225) berpendapat bahwa “Stadium operasional konkret (7 – 11 tahun) dapat digambarkan sebagai menjadinya positif ciri-ciri yang negatif pada stadium berfikir praoperasional”. Cara berfikir anak yang operasional konkret kurang egosentris. Kemampuan anak pada stadium ini juga mengadakan konservasi. Anak sudah mampu mengerti operasi logisnya reversibilitas. Namun ada juga kekurangannya dalam cara berfikir yang operasional konkret. Anak mampu untuk melakukan aktivitas logis tertentu (= operasi) tetap hanya dalam situasi yang konkret. Dengan kata lain, bila anak dihadapkan dengan suatu masalah secara verbal, yaitu tanda adanya bahan yang konkret, maka ia belum mampu untuk menyelesaikan masalah ini dengan baik.
Menurut Elkind dalam F. J Monks ( 2004: 115 ) berpendapat bahwa “Anak usia 6 - 11 tahun belum untuk membedakan antara hasil ciptaan mentalnya sendiri dengan hal–hal yang nyata .“ Dan ditandai dengan apa yang disebut dengan realitas asumtif, yaitu anak melihat kenyataan berdasarkan informasi yang terbatas dan tidak dipengaruhi oleh informasi baru atau informasi yang bertentangan. Pada masa ini anak merasa lebih tahu dari orang tua.  Elkind dalam F. J Monks ( 2004: 116 ) juga berpendapat bahwa “ Pada usia ini anak lebih percaya pada teman–teman sebaya atau pada guru. Seringkali anak ingin menunjukkan kecerdikan mereka dengan berbohong atau membuat kenakalan–kenakalan untuk membuktikan pada orang dewasa betapa cerdiknya dan superiornya mereka.”
Dari uraian diatas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa siswa kelas 5 SD termasuk dalam tahap operasional konkret, yaitu pada usia 7–11 tahun. Pada masa ini cara berpikir anak masih konkret belum biasa berpikir secara abstrak. Cara mengajarnya pun harus dengan mencontohkan benda–benda konkret, kemudian siswa akan menghafalkannya dan menyimpannya di otak.

b.    Tanggung Jawab
Menurut Anton Adi Wiyoto (2001 : 2) Dalam bukunya melatih anak bertanggung jawab, arti tanggung jawab adalah mengambil keputusan yang patut dan efektif. Patut berarti menetapkan pilihan yang terbaik dalam batas-batas normal sosial dan harapan yang umum diberikan, untuk meningkatkan hubungan antar manusia yang positif, keselamatan, keberhasilan, dan kesejahteraan mereka sendiri, misalnya : menanggapi sapaan dengan senyuman. Sedangkan tanggapan yang efektif berarti tanggapan yang memampukan anak mencapai tujuan-tujuan yang hasil akhirnya adalah makin kuatnya harga diri mereka, misalnya : bila akan belajar kelompok harus mendapat izin dari orang tua.
Menurut Pam Schiller & Tamera Bryant (2002 : 151) Tanggung jawab adalah perilaku yang menentukan bagaimana kita bereaksi terhadap situasi setiap hari, yang memerlukan beberapa jenis keputusan yang bersifat moral.
Berkenaan dengan uraian di atas dapat disimpulkan, bahwa tanggung jawab belajar anak adalah perilaku siswa dalam mengambil keputusan yang patut dan efektif terhadap perubahan dirinya yang mana perubahan itu berupa pengetahuan, pemahaman, keterampilan, dan nilai-nilai sikap.

2.      Bimbingan Belajar dari Orang Tua

b.        Pengertian Bimbingan
Menurut Oemar Hamalik ( 2000 : 195 ) Bimbingan merupakan proses memberi bantuan kepada individu agar individu itu dapat mengenal dirinya dan dapat memecahkan masalah-masalah hidupnya sendiri, sehingga ia dapat menikmati hidup dengan bahagia.
Menurut Ruslan A. Gani (1992:1) Bimbingan adalah bantuan terhadap individu yang dilakukan secara kontinu, agar individu tersebut dapat memahami dirinya, sehingga ia dapat mengarahkan diri dan dapat bertindak secara wajar, sesuai dengan tuntutan dan keadaan sekolah, keluarga dan masyarakat.

c.         Pengertian Belajar
Menurut Totok Santoso (1998 : 1) belajar adalah sebagai proses untuk memiliki suatu pengetahuan. Dalam pengertian ini belajar mengandaikan dua hal yaitu proses dan hasilnya. Proses diartikan sebagai perubahan internal dalam diri individu, dan sebetulnya perubahan inilah yang merupakan inti dari kegiatan belajar.
Penulis menyimpulkan bahwa belajar adalah merupakan proses perubahan perilaku, sebagai hasil pengalaman atau praktek kearah kemajuan atau kearah perbaikan menuju proses kegiatan belajar.

d.      Orang Tua
Menurut Dale R. Olen (1987 : 101) Orang tua adalah ibu, bapak dari seorang anak yang berperan sebagai pengasuh, penguasa, konsultan, dan teman dialog. Orang tua adalah kunci utama keberhasilan anak. Orang tualah yang pertama kali sipahami anak sebagai orang yang memiliki kemampuan luar biasa diluar dirinya.
Dari penegasan istilah tersebut diatas, penulis mengartikan bimbingan belajar dari orang tua adalah suatu proses memberi bantuan oleh orang tua kepada anaknya dalam memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari baik di sekolah maupun diluar sekolah, sehingga anak mampu mengembangkan potensi yang dimiliki secara maksimal.

3.    Perhatian Orang Tua
a.       Peranan Orang Tua
Pendidikan di dalam keluarga merupakan pendidikan kodrati, apalagi setelah anak lahir, pengenalan diantara orang tua dan anak-anaknya yang diliputi rasa cinta kasih, ketentraman dan kedamaian, anak akan berkembang kearah kedewasaan dengan wajar dilingkungan keluarga. Segala sikap dan tingkah laku kedua orang tua sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak karena ayah dan ibu merupakan pendidikan dalam kehidupan yang nyata dan pertama sehingga sikap dan tingkah laku orang tua akan diamati oleh anak baik disengaja maupun tidak disengaja sebagai pengalaman yang akan mempengaruhi pendidikan selanjutnya.
Keluarga yang baik di dalamnya akan terjadi interaksi di antara para anggotanya, sebagaimana dikemukakan oleh st. Vembrianto (dalam http://www.indoskripsi.com) bahwa proses sosialisasi dalam proses belajar yaitu suatu proses akomodasi dimana individu memohon, menahan, mengubah impuls-impuls dalam dirinya dan mengambil cara hidup/ kebudayaan masyarakat. Komunikasi orang tua dengan anak memegang peranan penting dalam membina hubungan keduanya, hal ini dapat dilihat dengan nyata, misalnya membimbing, membantu mengarahkan, menyayangi, menasehati, mengecam, mengomando dan sebagainya.
b.      Pengertian Perhatian Orang Tua
Dakir (dalam http://www.fithab.multiply.com) mengemukakan bahwa perhatian adalah keaktifan peningkatan kesadaran seluruh fungsi jiwa yang dikerahkan dalam pemusatannya kepada barang sesuatu, baik yang di dalam maupun yang ada di luar.
Perhatian orang tua dalam hal ini adalah kecenderungan keaktifan perhatian orang tua yang dikerahkan untuk memberikan motivasi/ dorongan yang positif terhadap anaknya dalam usaha mencapai prestasi belajar yang optimal.
c.       Pengaruh Perhatian Orang Tua Terhadap Tanggung Jawab Belajar Siswa
Keikutsertaan keluarga termasuk di dalam perhatian orang tua dalam pendidikan memiliki banyak keuntungan atau pengaruh bagi siswa sebagaimana dikemukakan Rhoda (dalam nurkolis, 2005: 126) bahwa :
Pertama, pencapaian akademik dan perkembangan kognitif siswa dapat berkembang secara signifikan. Kedua, orang tua dapat mengetahui perkembangan anaknya dalam proses pendidikan di sekolah. Ketiga, orang tua akan menjadi guru yang baik di rumah dan bias menerapkan formula-formula positif untuk pendidikan anaknya. Keempat, akhirnya orang tua memiliki sikap dan pandangan positif terhadap sekolah.
Berdasarkan pendapat itu, maka belajar merupakan proses terpadu yang memungkinkan adanya hubungan antara sekolah dan keluarga. Keduanya saling mendukung untuk mewujudkan hasil belajar siswa secara optimal. Orang tua perlu memperhatikan anaknya dalam bentuk perhatian secara nyata untuk mendukung proses belajar anak. Jadi, jelaslah bahwa perhatian orang tua mempunyai pengaruh besar terhadap tanggung jawab belajar siswa yang secara tidak langsung juga berpengaruh terhadap hasil belajar yang diraih siswa.
B.     Kerangka Berfikir
Anak yang diberi tugas tertentu akan berkembang rasa tanggung jawabnya. Oleh karena itu perhatian orang tua selalu memberikan tugas kepada anaknya, setelah tugas yang lalu selesai dengan baik akan semakin mendewasakan anak itu untuk lebih bertanggung jawab. Tugas yang diberikan itu dengan sendirinya sudah disesuaikan dengan perkembangan anaknya, semakin anak itu tumbuh berkembang, tugas yang diberikan semakin komplek.
Peranan orang tua sangat menentukan dalam pendidikan anak, terutama pada tingkat pra sekolah dan SD. Di rumah orang tua sering membacakan buku-buku atau surat kabar maupun majalah. Kemudian akan ditiru oleh anak-anaknya yakni dengan cara melihat, memegang maupun yang lain. Dari keterikatan itu dikembangkan menjadi kemampuan untuk ikut aktif mengikuti perkembangan apa yang dibaca orang tua. Sehingga anak setelah memasuki sekolah formal dengan bantuan guru, anak tersebut dengan mudah dapat membaca dan menulis. Setiap kali menerima pekerjaan dari guru, anak selalu menyampaikan kepada orang tua atau sebaliknya orang tua yang menanyakan kegiatan anak yang dilakukan ketika di sekolah. Sehingga ada hubungan yang erat sekali antara anak dengan orang tua dalam perkembangan belajar anaknya.
Hubungan ini dapat dirasakan ketika anak menyampaikan kesulitan belajarnya kepada orang tuanya, sehingga orang tua dengan sabar dan ikhlas turut memecahkannya. Jika mampu oaring tua akan menanganinya sendiri, namun jika tidak orang tua akan mencari jalan keluar. Diantaranya melengkapi kebutuhan sarana pra sarana belajar.
Dari apa yang diusahakan orang tua itu, agar dapat ditiru oleh anaknya dan memiliki tanggung jawab dalam belajarnya. Dengan demikian bimbingan belajar dari orang tua akan sangat penting bagi keberhasilan anaknya, untuk meningkatkan tanggung jawab belajarnya. Selanjutnya dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa ada pengaruh antara orang tua dengan tanggung jawab belajar siswa.

C.    Paradigma Penelitian

            Berdasarkan kerangka berpikir di atas, dapat digambarkan hubungan ketiga variabel penelitian tersebut dalam paradigma penelitian sebagai berikut:
 




Gambar. Paradigma Penelitian
Ket:
X1     =   Bimbingan belajar orang tua
X2     =   Perhatian orang tua
Y       =   Tanggung Jawab Belajar Siswa
H1     =   Hipotesis pertama
H2     =   Hipotesis kedua
H3     =   Hipotesis ketiga

D.    Hipotesis Tindakan
Hipotesis adalah dugaan, yang mungkin benar atau mungkin juga salah. Ia akan ditolak jika faktanya menyangkal, jadi hipotesanya salah atau palsu. Dan hipotesa akan diterima, jika fakta membuktikan kebenarannya.adapun hipotesis yang diajukan oleh penulis, yaitu:
1.    Ada pengaruh antara bimbingan belajar orang tua terhadap tanggung jawab belajar anak kelas V SD Se-Kecamatan Buluspesantren Tahun Pelajaran 2011/2012.
2.    Ada pengaruh antara perhatian orang tua terhadap tanggung jawab belajar anak kelas V SD Se-Kecamatan Buluspesantren Tahun Pelajaran 2011/2012.
3.    Ada pengaruh antara bimbingan belajar orang tua dan perhatian orang tua secara bersama-sama terhadap tanggung jawab belajar anak kelas V SD Se-Kecamatan Buluspesantren Tahun Pelajaran 2011/2012.

 BAB III
METODE PENELITIAN

A.    Setting Penelitian
1.      Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas V SD Se-Kecamatan Buluspesantren wilayah Kabupaten Kebumen. Dalam penelitian ini melibakan beberapa sekolah yang berada di wilayah kerja UPT Dikpora Unit Kecamatan Buluspesantren Kabupaten Kebumen.
2.  Waktu Penelitian
Penelitian ini direncanakan selama lima bulan yaitu dari bulan Januari 2012 sampai dengan bulan Mei 2012 yang dimulai dengan pengajuan judul sampai dengan penyelesaian penulisan laporan penelitian. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: (1) Persiapan penelitian. Kegiatan ini meliputi pengajuan judul, penyusunan proposal, persetujuan proposal, permohonan perijinan penelitian, membuat instrument; (2) Pelaksanaan penelitian di lapangan. Kegiatan ini meliputi memperbanyak instrumen, mengadakan try-out atau uji coba, memperbaiki instrumen, menetapkan subyek penelitian dan pengisian instrumen lalu menganalisis data, membuktikan hipotesis serta mengambil kesimpulan; (5) Penyelesaian penulisan laporan penelitian. Kegitan ini peneliti melakukan penyelesaian penyusunan laporan hasil penelitian dari Bab I sampai Bab V. 

B.     Variabel Penelitian
1.        Variabel bebas
Variabel bebas (X) dalam penelitian ini adalah bimbingan belajar orang tua (X1) dan perhatian orang tua (X2).

2.        Variabel Terikat
Variabel terikatnya (Y)  adalah tanggung jawab belajar siswa.

C.    Populasi dan Sampel
Populasi adalah himpunan yang lengkap dari satuan-satuan atau individu-individu yang karakteristiknya ingin kita ketahui (Anggoro 2008: 4.2) .

1.    Populasi, Sampel, Penentuan Sampel
Populasi sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas 5 SD se-Kecamatan Buluspesantren Kabupaten Kebumen.
Dalam rangka menjaga kesamaan karakteristik dari responden penelitian maka peneliti menentukan kriteria karakteristik responden sebagai berikut: (1) Siswa tersebut terdaftar sebagai siswa SD Negeri di Kecamatan Buluspesantren, (2) Masih aktif duduk di kelas 5.

2.    Sampling
Teknik pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling. Sample artinya teknik cara pengambilan sampel dari semua anggota populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam anggota populasi itu. (Sugiyono, 1999: 59).

3.    Penentuan Besar Sampel
Karena keterbatasan waktu dan tenaga peneliti hanya mengambil beberapa sampel dan tidak begitu banyak akan tetapi dapat mewakili populasi dari sampel penelitian. Studi pendahuluan telah dilakukan dengan pengambilan data siswa SD Negeri di Kecamatan Buluspesantren adalah dengan mencari data dari UPT Dinas Dikpora Kecamatan Buluspesantren, sehingga kita dapat menentukan sampel penelitian.
Pengambilan sampel secara random/acak, maka setiap anggota populasi mempunyai peluang sama untuk dipilih mernjadi anggota sampel.
D.    Rancangan Penelitian
Dalam upaya menjelaskan pola hubungan fungsional antar variabel tersebut, digunakan metode survei korelasional dengan pendekatan kuantitatif dan dianalisis menggunakan analisis regresi ganda. Peneliti mengambil satu atau lebih variabel bebas (prediktor) dan menguji data itu dengan mencari hubungan fungsional terhadap variabel respon (sebagai “dependent variables”).


 







Keterangan:
X1 : variabel bebas 1 (prediktor 1)
X2 : variabel bebas 2 (prediktor 2)
Y   : variabel terikat (kriterium) 

Variabel bebas (prediktor) dalam penelitian ini adalah bimbingan belajar orang tua dan perhatian orang tua. Sedangkan variabel terikat atau kriteriumnya adalah tanggung jawab belajar siswa Kelas V SD Se-Kecamatan Buluspesantren.

E.     Tekhnik Pengumpulan Data

Adapun metode pengumpulan data yang penulis gunakan adalah metode angket. Angket dalam penelitian ini digunakan untuk mendapat data tentang minat belajar siswa dan perhatian orang tua dengan memberikan daftar pernyataan yang diberikan kepada subyek penelitian atau responden secara individu guna memperoleh informasi yang dibutuhkan peneliti, kemudian menyebarkan angket dan menghimpunnya kembali setelah diisi oleh responden. Angket yang digunakan adalah angket tertutup, yang sudah disediakan jawabannya sehingga tinggal memilih (Suharsimi Arikunto, 1998: 141).
Penulis menggunakan metode angket karena diungkapkan Kartini Kartono (1980 : 200) metode angket adalah suatu penyelidikan mengenai suatu masalah yang umumnya banyak menyangkut kepentingan umum (orang banyak), dilakukan dengan jalan mengedarkan suatu daftar pertanyaan berupa formulir-formulir, diajukan secara tertulis kepada sejumlah subyek untuk mendapatkan jawaban atau tanggapan (respons) secara tertulis seperlunya.
Pada penelitian ini penulis menggunakan angket langsung dengan item angket tipe pilihan dimana cuma meminta respondent untuk memilih salah satu jawaban atau lebih dari sekian banyak jawaban (alternatif) yang sudah disediakan.
Langsung disini bahwa angket tersebut diberikan langsung kepada subyek penelitian yang sekaligus menjadi sasaran penelitian, untuk memberikan jawaban informasi mengenai dirinya sendiri yaitu mengungkapkan mengenai pengaruh bimbingan belajar orang tua terhadap tanggung jawab belajar, peran sertanya dan upaya-upayanya.

F.     Analisis Data

Setelah merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, memproses data kemudian membuat analisis data. Setelah semua itu terkumpul selanjutnya menganalisis data tersebut guna mengetahui hasilnya. Mengingat data yang terkumpul berupa angka-angka bersifatkuantitatif, maka teknik yang tepat adalah menggunakan statistik.
Adapun analisa statistik yang digunakan adalah regresi linier dengan satu predictor dengan rumus sebagai berikut :
Y = a + bxi
Keterangan

a  =  

b  =  

a atau b            : Koefisien regresi variabel x dan y
xi                     : Skor total faktor x
yi                     : Skor total faktor y
xi2                    : Jumlah kuadrat skor x
yi2                    : Jumlah kuadrat skor y
N                     : Jumlah populasi / responden
(Sudjana 1989 : 315)

Tidak ada komentar: