Minggu, 26 Maret 2017

Pengertian Islam dan AL-QUR,AN

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Islam

Islam adalah agama yang dibawa oleh Nabi Muhamad SAW, Islam meyakini agama- agama terdahulu, bahkan keberadaan agama kristen dan agama yahudi dibahas dalam kitab suci agama islam, Islam menolak penuhanan apapun selain dari pada Allah. bahkan Muhamad SAW sekalipun menolak penuhanan atas dirinnya, sebagai agama terahir dimuka bumi maka nabi muhamad saw diangap sebagai nabi terahir pula. itulah sebabnya apabila orang yang mengaku menjadi nabi dan rosul setelah nabi muhamad saw maka akan segera dikafirkan.
Secara etimologi dalam bahasa arab,kata”islam”berasal dari kata “aslama”yang berarti berserah diri kepada Allah. namun kemudian berserah diri tersebut dalam al Qur’an harus diimbangi secara optimal.
Ada pula pendapat yang mengatakan bahwa islam berasal dari awal huruf setiap salat wajib yaitu isya subuh, luhur(duhur), pada waktu tertentu, sedangkan salat wajib menjadi rukun islam itu sendiri.
Secara lengkap rukun islam adalah sebagai berikut, pertama adalah wajib mengikrarkan keyakinan setelah diterima secara logika, etika dan estetika bahwa tidak ada satupun yang perlu disembah kecuali allah penguasa kehidupan, kemudian dilanjutkan dengan ikrar bahwa seorang manusia biasa bernama muhamad sebagai utusan Allah.
Kedua yaitu kewajiban menyembah allah lima kali dalam sehari semalam dengan waktu yang sudah ditentukan, hal mana salat tersebut dimulai dengan takbir ditutup dengan salam sebagai mana yang diajarkan Nabi Muhamad SAW langsung tanpa modifikasi.
Ketiga yaitu wajib melaksanakan puasa menahan lapar, haus dan berbagai nafsu lain seperti hubungan suami istri. selama siang hari pada bulan ramadan.
Keempat yaitu wajib melaksanakan zakat, yaitu memberikan harta pribadi kepada fakir miskin, orang tua jompo, anak yatim, dan lain-lain yang sarat-saratnya diatu secara rinci.
Kelima wajib menunaikan ibadah haji pergi beribadah ke makkah mukarammah pada bulan haji, dengan tatacara yang telah ditentukan secara rinci, apabila yang bersangkutan mampu dalam hal kesehatan dan biaya.
Akan hal nya rukun iman, dalam madzab sunni sering disebut-sebut berjumlah enam. Lalu bagaimana sabda rosul Muhamad SAW yang mengatakan bahwa ”kebersian adalah sebagian dari iman”, begitu juga sabda beliau yang mengatakan bahwa”malu adalah sebagian dari niman”. Apabila dilihat dari perintah AL Qur’an dan AL Hadits, banyak ulama yang mengatakan bahwa rukun iman berjumlah tujuh puluh tujuh, bahkan ada yang mengatakan lebih empat ratus buah jumlahnya.
B.     AL QUR,AN
AL Qur’an adalah kitab suci yang diturunkan Allah SWT tuhan semesta alam, kepada Rosul dan Nabi-Nya yang terahir Muhamad SAW melalui malaikat jibril AS untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia sampai akhir Zaman nanti.
AL Qur,an lain yaitu:
1.      al furqan (pembeda)
2.      adz dzikir(peringatan)
3.      Al Bayan (Penjelasan)
4.      Al Huda (pimpinan)
5.      An Nur (Cahaya)
6.      An Ni’mah (Karunia)
7.      Al Mauizah (Pengajaran)
8.      Al Hukmu (Peraturan)
9.      Al Haq (Kebenaran)
10.  Al Hikmah (Filsafat), dan lain-lain tetapi yang paling lazim adalah Al Qur’an.
Sebagai kitab suci terakhir, Al Qur’an bagaikan miniature alam raya yang memuat segala disiplin ilmu dan penyelesaian permasalahan sepanjang hidup manusia. Al Qur’an merupakan Wahyu Alloh agung dan Bacaan Mulia serta dapat dituntut kebenarannya oleh siapa saja, sekalipun akan menghadapi tantangan kemjuan ilmu pengetahuan yang semakin canggih (sophisticated).
Kata pertama dalam wahyu pertama (The first refevalation), bahkan menyuruh manusia membaca dan menalari ilmu pengeahuan, yaitu “Iqra” (baca).
Adalah merupakan hal yang mengagumkan bagi para ilmuan yang bertahun-tahun melaksanakan penelitian dilaboratorium mereka, menemukan keserasian anatara ilmu pengetahuan hasil penelitian mereka dengan pernyataan-pernyataan Al Qur’an dalam ayat-ayatnya.
Setiap ilmuan yang melakukan penemuan pembuktian ilmiah tentang hubungan Al Qur’an dengan ilmu pengetahuan, akan menyuburkan perasaan yang pada gilirannya melahirkan keimanan kepada Alloh SWT, serta dorongan serta tunduk kepada kehendak-nya.
Tidak pada tempatnya lagi orang-orang memisahkan ilmu-ilmu keduniawian yang dianggap secular, seperti ilmu-ilmu eksakta dan ilmu-ilmu sosial dengan segala cabangnya, dengan ilmu-ilmu Al Qur’an. Para ilmuan dapat bersikap secular tetapi ilmu pengetahuan itu sendiri tidak secular.
Bila keberadaan alam raya ini adalah ilmiah, manamungkin penipta alam ini sendiri tidak ilmiah. Bila pencampuran dan persenyawaan unsur-unsur adalah ilmiah, mana mungkin pencipta dalam setiap unsur-unsur itu sendiri tidak ilmiah. Bila pengaturan alam raya ini mulai dari atum yang terkecil sampai dengan planet yang terbesar adalah ilmiah, mana mungkin pengaturan alam raya itu sendiri tidak ilmiah. Begitu pula bila pembicaraan hal-hal kenegaraan adalah ilmiah, mana mungkin pencipta perbedaan watak individu yang menjadikan beraneka ragam idiologi itu tidak ilmiah.
Al Qur’an diturunkan dalam Bahasa arab, srhingga Bahasa arab menjadi Bahasa kesatuan umat islam sedunia. Peribadatan dilakukan dalam Bahasa arab, sehingga menimbulkan persatuan yang dapat dilihat pada saat sholat jama’ah dan ibadah haji. Selain dari pada itu Bahasa arab tidak berbuah. Jadi sangat mudah diketahui bila Al Qur’an hendak ditambah atau dikurangi. Banyak orang yang buta huruf terhadap bahas nasionalnya, tetapi mahir membaca Al Qur’an, bahkan sanggup menghafal keseluryhan isi Al Qur’an.
Al Qur’an tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh umat (bangsa-bangsa). Al Qur’an dalam Bahasa arab mempunyai daya Tarik dan keindahan yang deduktif, didapatkan dalm gay yang singkat dan cemerlang, bertenaga ekspresif, berenergi ekspensif dan bermakna kata demi kata.
Al Qur’an dikatakan sebagai mukjizat yang diam apabila relative dibandingkan dengan mukjizat-mukjizat yang pernah diturunkan oleh Alloh SWT kepada nabi-nabi-nya yang terdahlu.
Nabi Alloh Musa AS misalnya, selain memiliki kitab suci Taurat, juga memiliki tongkat yang dapat menjadi ular dan membelah laut merah  di antara Afrika dan Asia. Hal ini diberikan Alloh SWT adalah karena di zaman tersebut orang-orang memang sedang gandrung akan sihir, sehingga Alloh menghendaki Rosul-nya yang lebih mapan dan berkemampuan.
Sebagai Nabi dan rosul Alloh yang terakhir, yang pengaruhnya nanti sampai akhir jaman, kendati kmajuan ilmu yang makin canggih, maka Nabi Muhammad SAW harus memiliki mu’jizat yang ilmiah. Sebagaimana kita ketahui bersama, hasil setiap penelitian dan penemuan seorang ilmuwan atau pakar, disuguhkan kepada kita melaluibsebuah buku. Itulah sebabnya mukjizat utama Nabi Muhammad SAW adalah Al Qur’an. Yang sekaligus menghimpun Taurat, Zabur dan Injil. Oleh karenanya, Al Qur’an dikatakan sebagai mu’jizat yang diam maka umat islam yang dituntut harus aktif.



Tidak ada komentar: