Senin, 09 Oktober 2017

Implementasi Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan

1.      JUDUL PENELITIAN
Implementasi Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan

2.      LATAR BELAKANG MASALAH
Pembangunan nasional dewasa ini telah berada pada suau era “Modern”. Masa tersebut ditandai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dn teknologi begitu pula dalam pemanfaatanya.
Hal ini banyak memicu lahirnya menegemen program pendidikan yang semakin menuntut keahlian dan kekhususan dalam menanganinya, dan menempatkan era ini sebagai era sumber daya manusia.
Untuk itu dalam meningkatkan kualitas lebaga pendidikan non formal dibutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan relevan dengan kebutuhan-kebutuhan program pendidikan, disamping itu juga dapat memanfaatkan peluang-peluang yang telah dibuka melalui pengmbangan program pendidikan.
Pendidikan nasional yang berdasarkan pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peraadaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuaan untuk mengembangkan potensi peserta diidik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berahklak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjaga warga negara yang demokratis seta bertanggung jawab. Untuk mengemban fungsi tersebut pemerintah menyelenggarakan suatu sistem pendidikan nasional sebagaimana tercntum  dalam UU.No. 20 Tahun 2003 tetang Sistem Pendidikan Nasional.[1]
Pendidikan nasioanl harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu dan elevansi sertaefisiensi menegemen pendidiakan. Pemerataan kesempatan pendidikan diwujudkan dalam program wajib belajar 9 tahun. Peningktan mutu pendidikan diarahkan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia seutuhnya melalui olah hati, olah pikir, olah rasa dan olah raga agar memiliki daya saing dalam menghadapi tantangan global. Peningkatan relevansi pendidiakan dimaksudkan untuk kenghasilakan lulusan yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan berbasis potensi sumber daya alam Indonesia. Peningkatan efisiensi menjemen pendidikan dilakukan melalui penerapan menejemen barbasis sekolah dan pembaharuan pengelolaan peendidikan secara terencana, terarah dan berkesinambungan.




Saat ini dunia pendidikan kita belumsepenuhnya memenuhi harapan masyarakat. Fenomena ini di tandai dari rendahnya mutu lulusan. Akibatnya serignkali hasil pendidikan dengan kebutuhan masyarakat mereka terus mempertanyakaan relevansinya dalam dinamika kehidupan ekonomi, politik, sosial dan budaya.
Kualitas lulusan pendidikan kurang sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja sektor lainya yang cenderung menggugat eksitensi sekolah bahkan SDM yang dikembangkan melalui pendidikan sebagai generasi penerus belum sepenuhnya memuaskan bila dilihat dari segi akhlak, moral dan jati diri bangsa dalam kemajuan budaya bangsa.

Pendidikan memgang peran kunci dalaam pengembangan sumber dayaa menusia dan insan yang berkualitas. Secara kuantits kemajuan pendidikan di indonesia cukup mengembirakan, namun secara kualitas, perkembagan masih belum merata. Secara fungsional pendidikan pada dasarnya ditujukan untuk mmenyiapkan manusia untuk menghadapi masa ddeepan agar lebih sejahtera. Baik sebagai individu maupun secara kolektif bagi warga masyarakat, bangsa maupun antar bangsa, bagi pemeluk agam adan masa depan yang mencakup kehidupan di dunia dan pendangan tentang kehidupan hari kemudian yang bahagia.[2]
Kondisi ersebut menyebabkan masyarakat menjadi pesimis terhadap sekolah. Adanggapan bahwa pendidikan tidak lagi mapu menciptakan mobilitas sosial mereka secara fertikal tidak menjanjikan pekerjaan yang layak. Sekolh kurang menjamin masa depan anak yang lenbih baik, sebagaimana diungkapkan di muka. Perubahan paradigma baru peendidikan kepada mutu (Quality Orriented) meerupakan salah satu strategi untuk mencapai pmembinaan keungguln pribadi anak.[3]
Implementasi UU.No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasioanal dijabarkan kedalam sejumlah peraturan antara lain Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasioanal Pendidikan. Peraturan pemerintah in memberrikan arahan tentang perlunya disusun dan dilaksanakan delapan standar nasional pendidikan, yaitu; standar isi, standar proses, standar kopetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standr sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiyayaan dan standar penilaian pendidikan.
Dalam dokumen ini dibahas standar isi sebagaimana dimaksud oleh Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005, yang secara keseluruhan itu mencakup; Kerangka dasar dan Struktur Kurikulum yang merupakan pedoman dalam penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan, beban belajar bagi peserta didik pada satuan pendidikan dasar dan menengah, kkurikulum tingkat satuan pendidikan yang akan dikembangkan oleh satuan pendidikan berdasarkan panduan penyususnan kurikulum sebagai bagian tidak terpisahkan dari standar isi dan kalender
pendidikan untuk penyelenggaraan pendidikan pada satuan pendidikan jejang pendidikan dasar dan menengah.[4]

Selama ini yang terjadi adalah proses pendidikan banyak yang tidak sejalan dengan agenda pembangunan lokal, sehingga proses pendidikan, dalam arti pendidikan lokal (sekolah) sesungguhnya diterapkan dalam rangka untuk emenuhi kebuuhan dn sumber daya manusia yang sanggup menyelesaikan persoalan lokal yang melingkupinya. Dalam arti setiap proses pendidikan didalamnya harus mengandung berbagai bentuk pelajaran dalam muatan lokal yang signifikan dengan kebutuhan masyarakat. Sehingga hasil atau out put pendidikan adalah manusia-anusia yang sanggup menetaokan sekaligus memcahkan masalah yang dihadapi.[5]
 Pada dasarnya pendidikan tunduk pada tuntutan-tuntutn banyak pilihan. Pemerintah baik lokal maupun nasional, para pakar endidikan, siswa dan anggota masyarakat lainya semua mempunyai harapan terhadap sistem tersebut dimana mereka berinterkasi. Setiap kelompok mempunyai nilai prioritas berbeda dan dengan deikian, isu-isu seperti perencanaan alokasi sumber daya sering menjadi isu-isu politik, yang tergantung pada siapa mereka yang berkuasa dan kelompok kepentingan mana memiliki pengaruh paling kuat.[6]
Dan untuk meningkatkan mutu kualitas siswanya sekolah pun memberikan suatu kegiatan seperti pelatihan kursus dasar siswa, memberi penghargaan kepadaa murid yang berprestasi, meningtkan tarqiyatul lughoh (Bhs. Arab Dan Bhs. Inggris), mengadakan kunjungan/pelatihan, mengikuti kegiatan-kegiatan karya ilmiyah atau mengikuti lomba-lomba karya ilmiyah.
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Impementasi Menejemen Sumber Daya Manusia Dalam Upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan”.

3.      FOKUS PENELITI
Dalam mempertajam penelitian, penelitian kualitatif menetapkan fokus. Spradly menyatakan  bahwa “A fokused refer to a single cultural domain or a few related domains” maksudnya adalah bahwa fokus itu merupakan domain tunggal atau beberapa domain yang terkait dari situasi sosial. Adapun fokus penelitian ini adalah :

1.      Penerapan menejemen SDM dalam upaya peningkatan mutu pendidikan yang teridiri dari; perencanaan kebutuhan sumber daya menusia, pengdaan staf atau SDM serta pelatihan dan pengembangan SDM.
2.      Kendala dan dukungan dalam menerapkan menejemen SDM dalam upaya peningkatan mutu pendidikan.
3.      Hasil penerapan menejemen SDM dalam upaya peningkatan mutu pendidikan.[7]


4.      RUMUSAN MASALAH
1.      Bagaimana Perencanaan Kebutuhan Sumber Daya Manusia Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan ?
2.      Baagaimna Pengadaan Sumber Daya Manusia Dalam Upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan ?
3.      Bagaimana Pelatihan dan Pengmbangan Sumber Daya Manusia Dalam Upaya Meningkatkan Mutu Penndidikan ?
4.      Bagaimana Kontibusi Pelaksanaan Menejemen Suber Daya Manusia Tehadap Peningkatan Mutu Pendidikan ?

5.      TUJUAN PENELITIAN
Dalam penelitian ini penulis memounyai beberapaa tujuan sebagai berikut;
1.      Bagaimana Perencanaan Kebutuhan Sumber Daya Manusia Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan ?
2.      Bagaimana Pengadaan Sumber Daya Manusia Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan ?
3.      Bagaimana Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan ?
4.      Bagaimana Kontibusi Pelaksanaan Menejemen sumber Daya Manusia Terhadap Peningkatan Mutu Pendidikan ?

6.      MANFAAT PENELITIAN
1.      Secara Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat menambah khasanah keilmuan menejemen, khususnya yang berhubungan dengan menejemen sumber daya manusia dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.
2.      Secara Praktis
Penelitian ini diharapkan memberikan masukan yang konstruksif dan obyektif bagi bagian-bagianpelaksanaan menejemen sumber daya manusia dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.

a.       Bagi Lembaga
Diharapkan mampu dijadikan panduan atau pedoman keilmuan serta pengetahuan tentang menejemen sumber daya manusia dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan disekolah tersebut.
b.      Bagi Kepala Sekolah
Dapat dijadikan bahan masukan yang membangun mengenai peningkatan mutu pendidikan dengan diterapkanya menejemen sumber daya manusia.
c.       Bagi Ustadz (Guru)
Dapat dijadikan bahan masukan tentang bagaimana peningkatan mutu pendidikan di sekolah agar lebih berkualitas dalam proses pembelajaran di sekolah atau pesantren tersebut.
d.      Bagi Murid
Sebagai motivasi untuk lebih semangat dalam belajar agar dalam pembelajaran disekolah atau dipesantren dapat sukses dan membantu meningkatkan mutu pendidikan di pesantren atau sekolahan tersebut.

7.      KAJIAN TEORI DAN TELAAH HASIL PENELITIAN TERDAHULU
A.  Kajian Teori
1.   Menejemen Sumber Daya Manusia
a). Pengertian Menejemen SDM
Menejemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian upaya anggota organisasi lainya, demi tercapainya tujuan organisasi.[8] Menjemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, memimpin dan mengawasi pekerjaan anggota organisasi dan menggunakan semua daya organisasi yang tesedia untuk mmencapai tujuan organisasi yang dinyatakan dengan jelas.[9] Sumberr daya manusia adalah personalia atau pegawai atau karyawan yang bekerja dilingkungan organisasi non profit.
Dari defiisi diatas dapat diambil kesimpulan bahwa menejemen sumber daya menusia merupakan prroses mendaya gunakan bantuan orang lain secara manusisawi, agar memberikan konstribusi yang terbaik (optimum) dalam mencapai tujuan organisasi (non profit).[10]




b). Ruang Lingkup Menejemen SDM
lingkungan menejemen SDM meliputi aktivitas yang berhubungan dengan sumber daya manusia dalam organisasi, seperti dikalangan orang Russel dan Barnadi bahwa “... All desicious which affect the workforce concren the organization’s human recource menegemen function”.


 Aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan SDM ini secara umum mencakup;
1.      Rancangan Organisasi
a.    Perencanaan sumber daya menusia
b.    Analisis pekerjaan
2.      Staffing
a.    Rekrut/mempkerjakan
b.    Promosi/pemindahan/seprasi
c.    Pelayanan-pelayanan Outplacement
d.    Pengengkatan/orientasi
e.    Metode-metode seleksi pekerjaan
3.      Sistem Reward, Tunjangan-tunjangan dan pematuhan
a.    Program-program keamanan
b.    Pelayanan-pelayanan kesehatan/medis
c.    Administrasi
d.   Kkompensasi
e.    Administrasi pengupahan
f.     Administrsi tunjangan asuransi
g.    Rencana-rencana pembagian keuntungan/pensiun
h.    Hubungan-hubugnan kerja
4.      Menejemen Performasi
a.    Penilaian menejemen/MBO
b.    Program peningkatan
c.    Penilaian performasi yang difokuskan pada klien
5.      Pengembangan Pekerjaan dan Organisasi
a.    Pengembangan pengwasan/menejemen
b.    Perencanaan dan pengembangan karir
c.    Program-program pembinaan
d.   Pekerjaan
e.    Pelatihan keterampilan, non menejemen
f.     Program-program persiapan pensiun
g.    Penilaian-penilaian terhadap sikap



6.      Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
a.    Sistem-sisteminformasi/laporan/catatan-catatan sumber daya manusia
b.    Komunikasi/publikasi pekerjaan
c.    Penilaian sumber daya amnusia[11]
C) . fungsi Menejemen Sumber Daya Manusia
Dengan memperhatikan pengertian, tujuan dan pendekatan menejemen SDM seperti uraian di atas, selanjutnya adakan di telusuri hubungan antara kegiatan menejemen strategi


dilingkungan organisasi non profit di bidang pemerintahan. Fungsi SDM tersebut terdiri dari; [12]
1). Analisis pekerjaan adalah, kegiatan menhimpun dan menyusun informasi tentang tugas-tugas, jenis pekerjaan dan tanggung jawabnya secara khusus.
2). Pengadaan atau rekrutmen adaalah, proses mencari dan menarik calon pegawai/karyawan yang berkemampuan tinggi untuk di pekerjakan di lingkungan sebuah organisasi
3). Seleksi adalah, proses untuk memperoleh pegawai/karyawan baru dengan menetapkan diterima atau ditolak untuk mengisi jabatan/pekerjaan yang kosong.
4). Orientasi dalam menejemen SDM, kegiatan orientasi pada dasarnya berarti usaha membantu pegawai/karyawan baru untuk mengenali dan memehami tugas-tugasnya, kondisi organisasi, kebijakan organisasi, rekan kerja (hubungan kerja) dan menghindari kejutan budaya dan lainya.
5). Pelatihan dan pengembangan adalah, dua kegiatan yang berbeda, meskipun diantara keduanya terdapat hubungan yang erat.
6). Perencanaan karir adalah, proses yang menggambarkan usaha/kegiatan seorang pegawai/karyawan dalam memilih tujuan dan alur pekerjaan untuk mencapai tujuan masing-masing.

7). Penilaian kerja adalah, proses organisasi melakukan penelitian terhadap pegawai/karyawan dalam melaksanakan pekerjaan.
8). Sistem upah kompensasi dasar berupa gaji atau upah adalah, sejumlah uang yang diterima pegawai/karyawan secaara tetap dengan tenggang waktu yang teratur.
2.    Mutu Pendidikan
a.       Pengertian mutu pendidikan
Secara umum mutu pendidikan adalah gambaran dan karakteristik menyeluruh dari barang atau jasa yang menunjukan kemampuanya dalam memuaskan kebutuhan yang diharapkan atau yang tersirat. Dalam konteks pendidikan, pengertian mutu mencakup input, proses dan output pendidikan.[13]
b.      Indikator Mutu Pendidikan
Mutu pendidikan sering di indikasikan dengan kondisi yang baik, memnuhi syarat dan segala komponen yang harus terdapat dalam pendidikan, komponen-komponen tersebut adalah masukan, proses, keluaran, tenaga pendidikan, sarana prasarana dan biaya.
Mutu pendidikan juga merupakan salah satu faktor penentu daya saing bangsa, sehingga untuk dapat tetap bisa bertahan dalam percaturan global, maka pendidikan yang bermutu mutlak dibutuhkan.
Peningkatan mutu pendidikan merupakan sasaran pembangunan dibidang pendidikan nasional dan merupakan bagian internal dari upaya peningkatan integral dari upaya peningkatan kualitas manusia indonesiaa (menyeluruh).
Mutu pendidikan harus di upayakan untuk mencapai kemajuan yang dilandasi oleh suatu perubahan terencana. Menurut segala peningkatan mutu diperoleh memulai dua strategi, yaitu;
a)      Peningkatan mutu pendidikan yang berrorientasi akademis, untuk memberi dasar minimal dalam perjalanan yang harus ditempuh untuk mencapai mutu pendidikan yang di persyaratkan oleh tuntutan zaman.
b)      Peningkatan mutu pendidikan yang berorientasi pada keterampilan hidup esensial, yang dicakupi oleh bpendidikan yang berlandasan luas, nyata dan bermakna.[14]





8.      TELAAH HASIL PENELITIAN TERPADU
Disamping pemanfaatan teori-teori yang relevan untuk menjelaskan fenomena pada situasi, peneliti kualitatif juga melakukan telaah hasil penelitian terdahulu yang ada relevansinya dengan focus penelitian, sejumlah telaah pustaka pada penelitian ini maka penulis mengangkat judul sekripsi relevan.
Pertama, sekripsi M. Asrofi Fakultas Tarbiyyah pada tahun 2013  dengan judul “Peran Pon-Pes Fadlun Minallah Dalam Menanamkan Karakter Santri Diwonokromo Pleret Bantul”.[15]
Kedua, sekripsi Tip Habibah Faakultas Tarbiyyah Jurusan Kependidikan Islam pada tahun 2005 berjudul “Menejemen Tenaga Pendidikan Di Madrasah Diniyyah Nurul Ummah Kota Gede (Telaah atas Fungsi Planing dan Actualing Tenaga Kependidikan)”.[16]

9.      METODE PENELITIAN
A.    Pendekatan dan Jenis Penelitian
Penelitain yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Dalam hal ini Moleong menjelaskan pendekatan kualitatif sebagai prosedu penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau prilaku yang dapat diamati.[17]
B.     Kehadiran Peneliti
Kehadiran peneliti adalah salah satu unsur penting dalam penelitian kualitatif. Dalam penelitian kualitatif peneliti wajib hadir dilokasi penlitian secara langsung, karena peneliti berperan sebagai instrumen utama dalam pengumpulan data secara lamgsung.
C.    Sumber Data
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu;
a.       Data primer
Data primer yaitu data yang diperoleh dari sumber utama.
b.      Data skunder
Data skunder yaitu data yang diperoleh dari literatur-literatur atau bacaan yang relevan.
D.    Teknik Pengumpulan Data
Ada tiga tekhnik pengumpulan data yang digunakan, yaitu;
1.      Observasi
Yaitu metode pengumpualan data yang dilakukan dengan cara pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fakta-fakta yang diselidiki.

2.      Wawancara
Adalah pengumpulan data dengan tanya jawab dan sekaligus bertatap muka antara penanya (pewawancara) dengan narasumber atau responden dengan menggunakan alat yang dinamakan Interview guide (panduan wawancara). [18]
3.      Dokumentasi
Adalah “sejumlah data yang telah tersedia yaitu data variabel seperti terdapat dalam surat catatan harian”. [19]
E.     Teknik Analisis Data
Adalah “proses mengorganisasikan dan menurutkan data kedalam pola, kategori dan satuan dasar sehingga dapat ditemukan tema dapat dirumuskan hasil penelitian yang disarankan oleh data”.[20] Bedasarkan hasil tersebut diatas dapat dikemukakan bahwa analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapagan dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan data kedalam kategori, menjabarkan kedalam unit-unit, melekukan sintesa, menyusun kedalaam pola, memilih mana yang penting akan dipelajari dan membuat kesimpulan sehinga mudah difahami oleh diri sendiri maupun orang lain.
Dalam penelitian kualitatif, analisis data lebih difokuskan selama proses dilapangan bersamaan dengan pengumpulan data.
a.       Analisis sebelum dilapangan
Analisis dilakukan terhadap data hasil study pendahulua, atau data yang skunder, yang digunakan untuk menentukan fokus peneitian.
b.      Analisis data dilapanggan
Setelah data selesai dikumpulkan dalam periode tertentu, pada saat waabcara, peneliti sudah melakukan analisis terhadap jawaban yangg diwawancarai setelah dianalisis terasa belum memuaskan, maka peneliti akan melanjutkan pertanyaan lagi sampai tahapp tertentu.[21]
Aktivasi dalam analisis data ada tiga, yaitu;
1)      Redaksi data
Data yang diperoleh dari lapangan jumlahnya cukup banyak, untuk itu maka perlu dicatat secara rinci dan teliti.
2)      Penyajian data (data display)
Stelah data direduksi, maka langkah selanjutnya adalah mendisplay data. Kalau dalam penelitian kualitatif penyajian


data ini dapat dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubunan antar kategori dan sejenisnya.
3)      Verifikasi
Adalah penarikan kesimpulan awal yang dikemukkan masih bersifat sementara dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukug pada tahap penumpulan data berikutnya.

F.     Pengecekan Keabsahan Temuan
Untuk memperoleh data-data yan valid, penelitian ini menggunakan teknisi tiaulasi dan ketekunan pengamatan.
Derajat keabsahan data dapat diadakan pengecekan dengan tekhnik (1) pengematan denga tekun, triagulasi. Ketekunan pengamat yang dimaksud adalah menemukan ciri-ciri dan unsur-unsur dalam sitasi yang sangat relevan dengan persoalan atau isu yang sedang dicari. (2) tekhnik  triagulasi adalah tekhnik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain dilua data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu.[22]
G.    Tahapan-Tahapan Penelitian
(1)   Tahap pra lapangan, yang meliputi : menyusun rencana penelitian, memilih lapangan penelitian, mengurus perizinan, menjajagi dan menilai keadaan lapangan, memilih dan memanfaatkan informen, menyiapkan perlengkapan penelitian yang menyangkut persoalan etika penelitian.
(2)   Tahap pekerjaan lapangan, yang meliputi : memahami latar penelitian dan persiapan diri, memasuki lapangan dan berperan seta sambil mengumpulkan data.
(3)   Tahap analisis data, yaitu meliputi : analisis selam dan setelah pengumpulan data.
(4)   Tahp penulisan hasil laporan penelitian.
(5)    
1.      SISTEMTIKA PEMBAHASAN
Dalam bagian-bagian penelitian ada rincian perbab yang secara sistematis yaitu :
BAB I, Pendahuluan berisi: Latar belakang masalah, fokus penelitian, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, kajian teori dan telaah pustaka terdahulu metode penelitian.
BAB II, Landasan teoritik dan telah pustaka berisi; tinjauan penelitian sumber daya manusia, tinjauan mutu pendidikan, tinjauan madrasah tsanawiyah.

BAB III, Temuan penelitian berisi; sejarah berdirinya madrasah tsanawiyah, letak geografis madrasah tsanawiyah, elemen-elemen madrasah tsanawiyah, setruktur organisasi madrasah tsanawiyah, visi dan misi madrasah tsanawiyah, program kegiatan madrasah tsanawiyah, tenaga pendidik dan kependidikan di madrasah tsanawiyah, sarpras di madrasah tsanawiyah, siswa di madrasah tsanawiyah dan deskripsi data.
BAB IV, Pembahasan hasil penelitian, berisi; pembahasan tentang menejemen SDM dalam meningkatkan mutu pendidikan dimadrasah tsanawiyah, pembahasan kendala dalam menerapkan menejemen SDM dalam meningkatkan mutu pendidikan di madrasah tsanawiyah, pembahasan teentang hasil penerapan menejemen SDM dalam meningkatkan mutu pendidikan di madrasah tsanawiyah.































DAFTAR  PUSTAKA

Ahmad, beni, Saebani, Metode Penelitian, (Bandung; CV. Pustaka, 2008)
Analysis, (Belmont, Cal: Wadsworth publizink Company, 1984)
Dedikkbut, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta; Balai Pustaka, 1999)
Dedikbut, Menejemen Mutu Berbasis Sekolah, (Jakarta, 2011)
H.                      Mundzir Suparta dkk, Menejemen Pemasaran, (Jakarta; Diva Pustaka, 2003,2004)
L            oftland, Anqalizyng Social Setting, (A. Guide to Qualitative Observaion and
Moleong Laxy, Metodologi Penelitian Kulaitatif, (Bandung; PT. Reemaja Rosdakarya, 2008)
Muh, Nasir, Metosologi Penelitian, (jakarta : Galian Indah, 1998)
Nawawi, hadari, Menejemen Strategik Organisasi Non Profit Bidang Pemerintahan Dengan Ilustrasi di Bidang Pendidikan, Cet. Ke-4 (Yogyakarta: Gajah Mada Univesity Pres, 2012)
Siswanto, Penganatar manajemen, (Bandung: Bumi Aksara, 2005)
Sekripsi I’ib Habib, Menejemen Pengembngan Tenaga Kependidikan di Madrasah Diniyah Nurul Ummah Kota Gede (Telaah atas fungsi Plani dn Actuanting Tenaga Kependidikan), (Yogyakarta UIN Suka, 2005)
Sekripsi M. Asrofi, Peran Pondok Pesntren fadhlu Minallah Dalam Menanamkan Pendidikan Karakter Santri di Wonokromo Pleret Bantul, (Yoogyakarta UIN Suka, 2013)
Sugiono, Metode Penelitian Pendidikan, Cet. Ke-1 (Bndung: Alfa Beta, 2010)
Suharsimi, Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek,
Surakhmat, Winarno, Pengantar Penlitian ilmiah Dasar Metode Tekhnik,
Wibowo, Menejemen Perubahan, Cet. Ke-3 (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2011)





[1] Dede Rosida, Paradigma Pendidikan Demokrasi, Jakarta : Kencana
[2] Umaedi, Manegmen Berbasis Sekolah atau Madraasah, (MBS/M) (Jakarta: CEQM, 2004)
[3] Saifuddin, Menejemen Mutu Terpadu Dalam Pendidikan, (Jakarta: Gafindo, 2002)
[4] Dede Rosida, Paradigma Pendidikan Demokrasi, Jakarta : Kencana
[5] M. Firdaus Yunus, Pendidikan Berbasis Realitas Sosial, (Yogyakarta: Logung Pustaka, 2007)
[6] Abu Duhau Ibtisam, Scool-Based Manajemen,( Jakarta, 2002)
[7] Sugiono, Metode Penelitian Pendidikan, Cet. Ke-1 (Bandung: Alfa Beta,2010, hal : 286)
[8] Siswanto, Pengantar Menejemen, (Bandung: Bumi Aksara, 2005, hal: 2)
[9] Wibowo, Menejemen Perubahan, Cet. Ke-3, (jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2011, hal: 9)
[10] Hadari Nawawi, Menejemen Strategi Organisasi Non Profit Bidang Pemerintahan dengan ilustrasi di Bidang Pendidikan, Cet. Ke-4, (Yogyakarta: Gajah Mada Univercity Pres, 2012, hal: 274)
[11] Drs. Danang Sunyoto SH.SE.MM, Menejemen Sumber Daya Manusia, (Yogyakarta Center Akademic Publicing Service, 2012, hal; 6-7)
[12]Hadari Nawawi, Menejemen Strategi Organisasi Non Profit Bidang Pemerintahan dengan ilustrasi di Bidang Pendidikan, Cet. Ke-4, (Yogyakarta: Gajah Mada Univercity Pres, 2012, hal: 274)
[13] Depdiknas, Menejemen Mutu Berbasis Sekolah, (Jakarta: 2001, hal:24)
[14] Syaiful Sagala, Menejemen Strategi Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan; Pembuka Ruang Kreatifitas, Inovasi, dan Perbedaanya Potensi Sekolah Dalam Sistem Otonomi Sekolah, (Bandung: Alfa Beta, 2009)
[15] M. Asrofi, Peran Pondok Pesantren Fadlu Minallah Dalam Menanamkan Pendidikan Karakter Santri di Wonokromo Pleret Bantul, (Yogyakarta Uin Suka, 2013)
[16] Ii’b Habib,  Menejemen Penngembangan Tenaga Kependidikan di Madrasah Diniyah Nurul Ummah Kota Gede(Telaah Atas Fungsi Planing dan Actuanting Tenaga Kependidikan), (Yogyakarta: UIN Suka, 2005)
[17] Leqi J. Moeleong, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT. Remaja Rosda karya,2000)
[18] Moh. Nasir, Metodologi Penelitian ,(Jakarta: glian Indah, 1998, hal:234)
[19] Anas Sudi Joyo, Metode Riset dan Bimbingan Menulis Sekripsi, (Surabaya: Reproduksi UD Rama, 1980, ha:24)
[20] Winarno Surahkmat, Pengantar Penelitian Ilmiah Dasar Metode Tehknik, (Bandung: Tarsito, 1994, hal:140)
[21] Sugiono, Metode Penelitian Pendidikan, hal : 337
[22] Leqi J. Moeleong, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT. Remaja Rosda karya,2000), hal : 171-178

Tidak ada komentar: